May 8, 2016
Apr 15, 2016
Saya Hulyana Gatta. Saat ini saya bergiat di salah
satu lembaga non formal di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Yayasan Komunitas
Belajar Indonesia (YAKOBI). Lembaga ini bergerak di bidang pendidikan dan
lingkungan. Setahun terakhir saya aktif di berbagai kegiatan penyadartahuan
tentang perubahan iklim, peran hutan dan REDD+ (Reducing Emission from
Deforestation and Forest Degradation) di Kabupaten Berau dengan menyasar kepada
masyarakat di tingkat tapak.
Berawal sejak penghujung tahun 2014 saya bergabung di lembaga ini. Bekerjasama dengan RECOFTC, salah satu
lembaga pengembangan kehutanan sosial dari Thailand memfasilitasi kelompok
ibu-ibu PKK di 6 kampung di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau. Dari sini saya mengawali karir di YAKOBI. Menyebarluaskan dan memberiakn penyadartahuan kepada masyarakat Berau agar dapat berperan dalam menghadapi perubahan iklim dan menumbuhkan pemahaman bagaimana hutan dapat berperan terhadap pengurangan dampak perubahan iklim. Disini saya bertindak sebagai fasilitator yang mencoba menggali, memberikan informasi dan belajar dari masyarakat.
Keseluruhan dari kegiatan yang tersebut merupakan serangkaian aktifitas yang memberikan pengalaman dan pengetahuan yang luas bagi saya (tentunya) begitupun juga dengan komunitas yang disasar. Serta merupakan peluang untuk melaksanakan gerakan komunitas yang harapannya bisa menciptakan manfaat yang nyata bagi masyarakat banyak.
Terhitung sejak September 2015, saya yang tergabung di Community Builder Yakobi bekerjasama dengan lembaga internasional The Nature Conservancy atau yang akrab disapa TNC memfasilitasi salah satu kampung di Kabupaten Berau yakni Kampung Birang untuk mendorong kampung rendah emisi melalui pengembangan Kebun Rakyat dengan menggunakan pendekatan SIGAP REDD+ (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan. Selama setahun kedepan kami berharap bisa mengawal kampung Birang menjadi salah satu kampung yang kuat, maju, mandiri, demokratis dan sejahtera secara berkelanjutan. Aamiin.
Credit: Aku benci kau yang menghilang
Ya, kau datang merubah segalanya.
Namun caramu pergi, lebih merubah segalanya.
Aku ucapkan terimakasih karena kau pernah hadir di hidupku.
Layaknya anak kecil yang mempunyai sahabat karib, aku menganggapmu.
Kau baik hati, penyayang, sangat peduli, dan yang terpenting selalu mengerti diriku.
Dan aku? Terpaksa terpesona olehmu.
Bagai ada kacamata filter yang membuatmu seolah-oleh tanpa kekurangan.
Sempurna. Dan aku ingin berada di sisimu.
Ah, dongeng macam apa ini.
Bagai punuk merindukan bulan, namun bulan datang menghampiri.
Kau adalah yang aku inginkan.
Kita lalui hari bersama.
Berjalan-jalan, berfoto ceria, berburu kuliner asik, hingga berbagai tingkah konyol lainnya.
Namanya manusia, aku merasa nyaman dengan hadirmu.
Mungkin, kau bisa menjadi jawaban dari seribu pertanyaan dalam hidupku.
Berharap kau selalu ada. Tak pernah pergi.
Ah, kamu.
Aku berpikir betapa sempurna Tuhan mempertemukan kita.
Rasanya, berbagai hal yang pernah dilalui bersama tak ingin berlalu begitu saja.
Aku candu.
Candu itu bernama kamu.
Entah kau sadar atau tidak, aku ingin kita menjadi lebih dekat.
Ditambah dengan semua kenyamanan ini, aku ingin kita menjalin hubungan yang baik.
Tak muluk-muluk.
Jalannya waktu memang bagai roda yang berputar cepat, namun kala itu beda.
Aku merasa tergilas olehnya, oleh waktu.
Dan kamu, bekerjasama dengan sang waktu untuk tidak memberitahu bayanganmu.
Ya, kau menghilang.
Aku tak paham dengan semua ini.
Terlalu kaget saja. Bagaimana bisa. Mengapa.
Ah, pertanyaan dalam kepalaku sudah ribuan rasanya, oh tidak, jutaan rasanya.
Kuteriakkan namamu dalam keramaian manusia.
Bertanya sana dan sini.
Berusaha menahan peluh untuk sebuah jawaban.
Setelah capai oleh semuanya, aku menepi, duduk dibawah pohon.
Sendiri, emang mau dengan siapa lagi.
Menarik napas dalam-dalam, membuangnya perlahan. Hal itu yang kau ajarkan dulu ketika aku sedang sedih.
Ah, kutepis bayangmu.
Hingga kini, aku masih belum mengerti saja.
Dan teganya kau meninggalkanku ditengah jutaan harapan baik yang sudah kurencanakan.
Menghancurkan segala tiang kebahagiaan dalam sekejap.
Jangan kautanya bagaimana kondisi hatiku.
Parah.
Mengiklaskanmu memang berat.
Namun kau tahu apa yang terberat?
Adalah berusaha membuka hati untuk orang lain.
Aku tak bisa, setidaknya belum bisa. Sulit sekali rasanya.
Ini semua gara-gara kamu, ini semua salahmu. Itu cerita lama.
Sekarang, aku berusaha tidak menyalahkanmu.
Aku menyalahkan diriku sendiri yang terlampau bodoh.
Yang terlalu berharap padamu yang tak pasti.
Namun kau tahu, apa yang kusyukuri?
Aku belajar mulai mencintai diriku sendiri.
Terima kasih pernah datang, lalu pergi.
Terima kasih pernah ada, lalu tiada.
Terima kasih pernah menghibur, lalu kabur.
Terima kasih pernah meninggikan harap, lalu menjatuhkan.
Terima kasih pernah mendekat, lalu menjauh.
Terima kasih pernah peduli, lalu acuh.
Selamat tinggal, kamu.
Terima kasih telah meninggalkan luka, dari situ aku belajar untuk mengobati hatiku sendiri.
~Sekian~
Thanks to duniaislam telah mempertemukanku dengan kalimat seindah ini.
Sumber: Aku Benci Laki-Laki Seperti Badai, Datang dan Pergi Seenak Hati (http://duniaaislami.blogspot.co.id/2016/03/aku-benci-laki-laki-seperti-badai.html)
Apr 10, 2016
Hulyana 'Chigo' Gatta
Lahir sempurna di kota Arung Palakka
Anak ke enam dari tujuh bersaudara
Alumni Fakultas Kehutanan Universitas
Hasanuddin
Mengadu nasib sebagai ‘perantau’ di
Kabupaten Berau
Bercita-cita menjadi peneliti, padahal dulu
pernah bercita-cita menjadi dokter hewan
Kata orang lucu dan bersuara cempreng
padahal aslinya bersuara emas.
Bicycle holic
Suka kalap saat habis gajian
Pecinta pudding, jelly-jellyan dan
sejenisnya. Jago bikin juga.
Careless dan lupaable
Suka bercanda dan lucu-lucuan, tidak suka
yang terlalu serius
Suka usil tapi bullyable
Kata orang punya badan kecil mungil cocok
buat gantungan kunci
Labil dan kadang tidak konsisten
Punya supermom dan superdad yang penyayang
luar biasa dan pengen jadi kayak beliau
Pengen punya pendamping yang multifungsi
jadi sahabat, musuh, kakak, om, dan semuanya.
Oke sekian.
Generasi muda saat ini disebut-sebut sebagai
generasi gadget dan penuh omong
kosong. Hampir semua sisi kehidupan diprotes tapi tidak banyak yang mau
bergerak melakukan suatu perubahan. Miris, hampir dua puluh empat jam
dilewatkan begitu saja berselancar di dunia maya. Sikap apatis dan skeptis yang
kebanyakan mewarnai hidup anak muda modern saat ini. Namun disekeliling kita
juga banyak anak muda yang menginspirasi yang seolah-olah menegaskan bahwa tidak
semua anak muda mengacuhkan dunia. Ternyata anak muda dengan segala
kelebihannya mampu menggerakkan dunia.
Blake Ross, bagi pengguna browser Mozilla
Firefox tentu tahu bahwa web browser
global yang makin popular ini diciptakan oleh pemuda kelahiran 1985 ini. Atau
sebut saja Andrew Darwis, pemuda 35 tahun asal Indonesia ini berhasil membangun
KASKUS sebagai media informasi bagi orang Indonesia di luar negeri. Kedua anak
muda ini mampu membuka lapangan pekerjaan di negaranya masing-masing dan
memberikan kontribusi dengan memberdayakan banyak orang.
Pada kenyataannya ketika masih muda berbuat kebaikan untuk banyak orang tidaklah muda. Diperlukan keberanian, kesungguhan dan ketulusan untuk mewujudkannya. Ketiga hal ini sepaket dan tidak bisa dipisahkan. Sejalan ketika berbicara mengenai pemberdayaan. Pemberdayaan sebagaimana yang dikatakan oleh Parkinson, 1994, yang merupakan terjemahan dari empowerment menekankan bahwa orang yang diberdayakan semestinya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan kekuasaan untuk mempengaruhi kehidupannya.
Pada kenyataannya ketika masih muda berbuat kebaikan untuk banyak orang tidaklah muda. Diperlukan keberanian, kesungguhan dan ketulusan untuk mewujudkannya. Ketiga hal ini sepaket dan tidak bisa dipisahkan. Sejalan ketika berbicara mengenai pemberdayaan. Pemberdayaan sebagaimana yang dikatakan oleh Parkinson, 1994, yang merupakan terjemahan dari empowerment menekankan bahwa orang yang diberdayakan semestinya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan kekuasaan untuk mempengaruhi kehidupannya.
Pemberdayaan seharusnya merupakan gerakan bersama yang tumbuh dari, oleh
dan untuk masyarakat. Gerakan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak
terkecuali anak muda sebagai bagian dari masyarakat dengan berbagai macam “entry point” yang mungkin bisa
dilakukan. Pelestarian lingkungan hidup adalah salah satu langkah dasar yang
bisa dilakukan oleh anak muda yang dapat disinergikan dengan berbagai macam
kegiatan awareness mengenai
lingkungan khususnya isu-isu perubahan iklim yang sedang marak dibicarakan
dunia beberapa tahun terakhir. Kenapa penting membahas lingkungan? Karena
lingkungan adalah kita dan kita adalah lingkungan. Sampah, pengelolaan limbah,
kelangkaan air dan deforestasi adalah beberapa contoh dari sekian banyak permasalahan
lingkungan yang dihadapi dunia saat ini. Masalah-masalah lingkungan yang muncul
adalah akibat ulah manusia itu sendiri. Sehingga penting untuk menyentuh
manusianya untuk memberikan penyadartahuan tentang pentingnya menjaga
lingkungan. Berbagai inisiatif penyadartahuan dan peningkatan kapasitas untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan memberikan informasi mengenai
lingkungan kepada masyarakat bisa menjadi kontribusi anak muda kepada
masyarakat khususnya masyarakat tingkat tapak yang notabene memiliki
keterbatasan informasi dan pengetahuan. Disinilah anak muda seharusnya bisa turut mengambil andil bersama dengan
pemangku kepentingan kunci. Sebagai tongkat estafet bangsa, anak muda energik,
kreatif dan peduli memiliki tanggung jawab yang besar untuk berbagi kepada
sesama manusia untuk menciptakan perubahan sosial. Anak muda yang mau
memperkaya informasi dan banyak bertanya yang akan menjadi modal untuk
membangun bangsanya.
Jul 6, 2014
Pinang (Areca catechu) is a species of palm that has many uses and is
naturally spread quite widely into a land. A.
catechu is commonly planted and cultivated by farmers. This species can
even grow in the wild. This study aims to determine the invasion of A. catechu into the Palanro Forest, Experimental
Forest of Hasanuddin University. For
this study, two transect lines was established
transversely and longitudinally (from North - South and East - West). The
length of each transect from the center of the stand was determined by the
existence of individual of A. catechu.
Each transect was divided into multiple
plots with a size of 20 m x 20 m which is then divided into several sub-plots.
Sub-plots were used to calculate the number of individuals and basal area of A. catechu at mature tree level (20 x 20
m) and poles (20 x 10 m). For saplings level (10 x 10 m) and seedlings (5 x 5m)
were only counted the number of individuals alone. Other tree species (non A. catechu) with the largest LBD were grouped
into dominant and codominant trees including A. catechu. Distribution A.
catechu and non A. catechu were
seen at the location of the LBD in each plot. The results showed that A. catechu in average had the fifth
largest basal area (average 899.98 m²) of 79 other plant species (n = 33
plots). Distribution graph growth rate of A.
catechu for seedlings at all observed plots have shown that seedlings of A. catechu was not always found in most
plots and usually located not far from the mature trees of A. catechu. This has indicated that the rate of invasion of A. catechu over the years tended to be
low in Natural Forest Palanro.
Label:
Areca catechu,
Forest,
Hasanuddin University,
Invasion,
Natural Forest,
Palm,
Pinang
Apr 8, 2014
Telat sekali menulis ini. Sudah lama terpikirkan untuk menuliskan ini hanya saja baru bisa terwujud sekarang. Alasan sejuta umat, sibuk. Bahkan sampai beberapa jam yang lalu masih lari-lari di pingpong kiri kanan depan belakang oleh pihak akademik kampus. Nah saat ini waktunya sudah luang. Waktunya sudah cukup tepat. Kepalaku lumayan bisa menampung beberapa kalimat untuk dituliskan dan kebetulan moodku memang sedang bagus.
Ini adalah bentuk apresiasi saya terhadap FCBFI Makassar yang menurut saya berhasil mewujudkan sesuatu yang spesial di dalam hidup saya. Setidaknya dalam kehidupan pribadi saya. Saya merasakan kesenangan dalam bentuk lain yang belum pernah saya rasakan selama 23 tahun ini. Saya tidak dibayar untuk menuliskan kalimat-kalimat ini. Murni dari lubuk hati yang paling tulus.
Saya agak yakin beberapa diantara pembaca masih bertanya-tanya "apa sih FCBFI". Mari saya kenalkan. Fans Club Bayern Fan Indonesia (FCBFI) adalah sebuah fans club yang dibentuk dan diresmikan secara langsung oleh para pemain dan Pejabat FC Bayern München pada tanggal 20 Mei 2008. Terdaftar sebagai bagian dari FC Bayern München Fan Clubs International untuk Indonesia di dalam website FC Bayern, dengan link: http://www.fcbayern.de/en/fans/fan-clubs/. Allianz Indonesia juga bertindak sebagai pendiri Fan Club resmi FC Bayern München di Indonesia yang dirintis oleh penggemar – penggemar FC Bayern München di Indonesia (Diambil dari situs resmi FCBFI). Mohon ijin copy :)
Kenapa saya bergabung di FCBFI Makassar bukan di region lain? Simple, karena saya berdomisili di daerah Makassar. Fanbasenya di Jl. Landak, dekat dari Hotel Clarion. Saya bergabung sejak akhir tahun 2013 akan tetapi terdaftar jadi member pada 2014 awal. Mahal? Sama sekali tidak. Hanya mengeluarkan Rp. 150.000,- agar bisa terdaftar sebagai member baru. Mungkin fans club bola lain mematok harga kurang lebih sama dengan ini juga. Atau bahkan mungkin lebih mahal. Whatever! Trus dapat apa dari nominal tersebut? Member Card, Scarf, Sticker, dan satu buah amplop putih dengan secarik kertas putih didalamnya yang berisi greeting dari FCBFI Pusat. Itu doang? Oo'oo tunggu dulu..karena yang spesial adalah bonus teman-teman baru yang memiliki visi sama dengan saya.
Detik ini saya ingin mengatakan kalau saya merasa nyaman ditempat ini. Memang ya sekitar 80% penghuninya cowok tapi dengan bermodal slogan ini "Mia San Familie" saya selalu merasa aman berada diantara mereka.
Saya bergabung di tempat ini tanpa sepengetahuan siapa-siapa, bahkan tanpa sepengetahuan orang tua sama sekali. No problemo. Ini bukan masalah besar yang perlu digembar-gemborkan. Kegiatannya masih positif-positif saja sejauh ini. Kumpul, sharing, main PS, belajar nyanyi dan nge-chants serta nonton bareng. Maka biarlah tempat ini menjadi sarana untuk menyalurkan ketertarikan saya terhadap sesuatu yang memang pantas untuk dibanggakan. Cukuplah dengan niat dan semangat saya yang terlalu besar untuk menseriusinya.
Dalam postingan sebelumnya (postingan tahun lalu kalau tidak salah) ada banyak hal yang belum saya sampaikan. Termasuk dengan isi dari tema kali ini, dengan resminya saya bergabung menjadi fans Bayern Munchen. Dampaknya mulai kelihatan. Jadilah saya fans bola yang menggebu-gebu, bergerak dengan kecepatan speedy dan penuh perhatian terhadap segala sesuatunya. Saya menghadiri setiap kegiatan yang diadakan pengurus, rajin mengulik berita bola ini itu, bahkan sering berkomentar balik pada segala sesuatu yang mampir ditelinga dan social media. Sebulan terakhir pelan-pelan saya membuka diri dan mulai meneropong dunia ini. Bukan Ultras tapi yah.. haha~
So, danke schon Bayern Munchen telah mengenalkan saya pada FCBFI Makassar. Danke schon FCBFI Makassar telah mengenalkan saya pada Alim, Massriyadi, Andi, Andi Satwa, Asri, Fitri, Lia dan lain-lain yang tidak sanggup saya sebutkan satu per satu. Danke schon Alim dan kawan-kawan yang telah menciptakan suasana nyaman nan bersahabat. Dan Danke schon suasana bersahabat telah mengenalkan saya pada tawa dan kebersamaan.
![]() |
| Wednesday, 02/04/2014, nobar UCL di homebase United Indonesia Makassar @ Bambu Resto Pettarani, Kompleks Ramayana. |
![]() |
| Cheers!! Foto bareng pasca nobar. Dan ini adalah pengalaman nobar pertama saya, bahahah. |
Mia San Mia
Mia San Familie
Mia San Meister
~loading
Feb 16, 2014
Salah-menyalahkan bukan solusi yang tepat dalam situasi ini. Dosen Pembimbing I atau Dosen Pembimbing II bukan salah satunya yang harus dipersalahkan, bukan metode membimbingnya maupun kesediaan waktu membimbingnya. Mungkin akunya yang perlu introspeksi diri. "Ada apa, apa yang salah dari diriku, apa yang salah dari riset dan skripsiku?". Lebih tepat jika seperti ini menyikapinya. Bukan, "kenapa hidupku begini, kenapa takdirku begitu".
Sudah belasan semester men, kurang apa lagi coba. Kalau tidak salah nih tepat 2 tahun yang lalu kelasku habis, artinya sudah 2 tahun lamanya bergelut dengan minat, laboratorium, proposal, riset dan skripsi. Dan artinya juga sudah 2 tahun berperan sebagai mahasiswa yang gentayangan kesana kemari tidak jelas arah dan tujuannya. Kasihan yah! (minta recehannya mba mas..). Tapi mungkin posisinya lebih kasihan Dosen Pembimbing yang kelamaan mendengar keluhanku. Itupun bukan hanya keluhanku saja tapi keluhan belasan mahasiswa lain yang senasib seperjuangan denganku.
Loading...
Bagaimana mungkin sampai detik ini belum juga menyandang gelar S.Hut (Sarjana Kehutanan). Why, heh?? Karena kemalasanku? Prokrastinasi? Dunia luarku? Kepasrahanku akan keadaan? Kecintaanku akan status mahasiswa? atau menunggu DO (Drop Out)? yang mana heh??
Loading...
Jan 30, 2014
Kalau pernah mendengar jenis-jenis cacat fisik pada manusia otomatis tidak akan terasa asing jika saya menyebutkan tuna rungu, tuna netra, tuna grahita, tuna wicara, tuna daksa dan tuna laras. Masih ingat tidak definisi masing-masing dari istilah tersebut? Kalau begitu mari kita bahas sedikit.
- Tuna rungu adalah penyandang cacat fisik yang memiliki keterbatasan pada pendengaran (telinga)
- Tuna netra adalah penyandang cacat fisik yang memiliki keterbatasan pada penglihatan (mata)
- Tuna grahita adalah istilah yang digunakan untuk seseorang yang memiliki perkembangan intelijensi yang terhambat (keterbelakangan mental)
- Tuna wicara adalah gangguan bicara (ketidakmampuan seseorang untuk berbicara)
- Tuna daksa adalah istilah yang digunakan untuk seseorang yang memiliki keterbatasan akibat gangguan pada tulang, otot dan sendi dalam fungsinya yang normal (cacat tubuh).
- Tuna laras adalah seseorang yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial
Nah belum habis, masih ada lagi satu jenis cacat yang banyak diderita mahasiswa jaman sekarang. TUNA WISUDA. Mari kita bahas sedikit. Tuna, menurut Wikipedia 2013 adalah ikan laut perenang andal (pernah diukur mencapai 77 km/jam). Sedangkan wisuda, menurut Wikipedia 2013 adalah proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Jadi tuna wisuda menurut saya adalah ikan laut perenang andal yang menjalani proses pelantikan kelulusan pada suatu universitas. AH NGACO!
~to be continue
Bahan bacaan: Wikipedia, 2013
Kakak adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terlalu sering menjengkelkan dengan ocehannya yang sok dewasa lalu terkadang saya abaikan. Malu rasanya mengatakan itu. Karena ketika yang lain mengabaikan ternyata justru dialah sosok yang sering ada menggantikan peran ibu, menggantikan peran bapak, teman, sahabat, adik dan bahkan kekasih hati sekalipun.
Menggantikan peran mereka mengatakan
"jangan takut dek..kamu baik-baik ya disana".
Terkadang ingin mengatakan sesuatu didepannya, aku sayang kakak misalnya atau aku care sama kakak..., tapi rasanya malu dan gengsi. Niat tersebut kadang di stop oleh ego sebagai pemeran adik yang tidak rela kalah dari kakak. Padahal apa salahnya. Ehm.
Merasakan juga? Coba pikirkan lagi! Dan tinggalkan komentar Anda di bawah.
Dec 17, 2013
Kumaha damang?
Nuju naon?
Saha jenengan anjeun?
Nami abdi Chigo.
Alhamdulillah sudah bisa bahasa Sunda siki'-siki'. #Lah kenapa nyasar ke Malaysia.
Saya orang bugis tulen yang sedang belajar bahasa Sunda. Ketika yang lain sedang gencar-gencarnya belajar bahasa Inggris, bahasa Perancis, Jerman, Jepang, Korea dan bahasa burung-burung maka saya sendiri lebih memilih bahasa lokal, bahasa Sunda. Hidup Sunda!
Saya tidak memiliki hubungan darah dengan seorang Sundawan atau Sundawati. Akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niat saya untuk mempelajari bahasanya. Malah itu menjadi motivasi untuk belajar dan menguasai bahasa ini. Alangkah bahagianya keluarga dan kerabat-kerabatku seandainya saya bisa menjadi satu-satunya orang terdekat mereka yang mampu menguasai bahasa ini, bahasa yang sama rumitnya dengan bahasa alien bagi mereka. Dengan begitu... bisa jadi mereka berinisiatif memberikan saya AWARD, hahaha~
Bahasa Sunda adalah sebuah bahasa dari cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa ini dituturkan oleh sekitar 34 juta orang ( sekitar 1 juta orang diluar negeri ) dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia. Dari segi linguistik, bersama bahasa baduy, bahasa Sunda membentuk rumpun bahasa sunda yang dimasukan kedalam rumpun Sunda-Sumbawa. Sejarah dan penyebaran bahasa Sunda dipertuturkan di sebelah barat pulau Jawa, di daerah yang dijuluki Tatar Sunda / Pasundan (Wikipedia).
Daya tarik bahasa sunda adalah tutur kata yang halus nan lembut. Bukan sok tau, tapi jika Anda memiliki teman atau kenalan orang Sunda maka kemungkinan terbesarnya adalah Anda akan memikirkan hal yang sama. Setuju? Ya harus setuju. Dulu, saya hanya menyimak penggunaan bahasa Sunda melalui FTV-FTV yang ditayangkan di layar televisi. Diluar itu, saya memiliki seorang teman.. seorang Sunda tulen tinggal di Sukabumi Jawa Barat yang secara tidak langsung menginspirasi saya untuk mengeksplor bahasa ini selama kurang lebih 5 tahun terakhir ini. Satu hal lagi yang menarik bagi saya adalah ketika berbicara dan mendengar tutur kata orang ini rasanya adem benerrrrr. Caranya membahasakan sesuatu dengan dialeg Sundanya membuat perempuan manapun akan merasa sangat dihargai. Percaya sama saya! Kalau tidak percaya silahkan telpon sekarang juga!! hahaha~. Oiya temanku ini cowok. Tapi entahlah.. apakah memang pembawaannya yang halus dan berhati-hati bertutur kata kepada semua orang atau karena pengaruh Sundanya. Yang pasti sampai saat ini saya berasumsi bahwa hal tersebut disebabkan karena "Sundanya".
Perlu Anda ketahui bahwa hasil googling saya pagi ini menginformasikan bahwa suku Sunda merupakan suku terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa. Ini hebat loh karena di Indonesia terdapat kurang lebih 300 kelompok etnik atau suku bangsa (Wikipedia).
Eits, jangan pernah berpikir untuk membanding-bandingkan bahasa Sunda dengan bahasa Bugis. Meskipun dalam tulisan ini kurang banyak menyinggung "bahasa bugis" tapi bukan berarti saya tidak respect. Bahasa bugis adalah bahasa ibu/mother tongue; bahasa pertama yang saya pelajari sejak kecil yang kemudian saya gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau masih bingung mengenai bahasa ibu.. silahkan simak uraian berikut ini. Seseorang yang lahir di Bone, dari orang tua yang berasal dari Bone dan berbahasa Bugis (Bone), maka tentu bahasa ibunya adalah bahasa Bugis. Namun, seseorang yang lahir di Bone, yang ibunya berasal dari Jawa dan ayahnya berasal dari Kalimantan maka tentu menjadi pertanyaan, apakah bahasa ibu anak itu. Apakah bahasa Jawa sesuai asal ibunya? Belum tentu. Tergantung pada bahasa apa yang digunakan orang tua saat berbicara dengan anaknya sejak lahir. Jika bahasa Bugis yang digunakan maka bahasa ibu anak itu adalah bahasa Bugis, walaupun faktanya kedua orang tuanya memiliki bahasa ibu yang berbeda. Sebuah persoalan muncul lagi apabila seseorang dilahirkan di daerah tertentu lalu pindah ke daerah lain saat anak tersebut masih kecil atau karena tuntutan ekonomi dan pendidikan, anak tersebut tidak hidup bersama orang tuanya, melainkan dengan anggota keluarga yang lain di daerah lain. Di sinilah definisi bahasa ibu didasarkan pada pengenalan (pembelajaran) internal anak itu. Lumayan susah menjabarkannya, tapi kurang lebih seperti itu. Semoga Anda bisa paham maksud saya.
Bersambung.
Hatur nuhun.
Dec 10, 2013
Apa? Kau bilang tenang, padahal tanpa kau sadari kata "tenang"mu itu membuat masalahnya semakin runyam; waktu seperti menjadi lebih cepat 30 detik dari yang sebenarnya.
Masalah yang yang sebelumnya hanya berada pada jarak 2 kilometer sekarang menjadi 3 jengkal karena kata "tenang"mu itu. Membuatku menjadi stress dan ingin gila.
Sejatinya tak ada yang namanya kebetulan. Kebetulan hanyalah kosakata
buatan manusia untuk membahasakan ketaktahuannya. Sebab ada skenario.
Ada garis-garis penghubung yang tak terindera yang sedang bekerja.Juga
ada yang menggerakkan atas sebuah pilihan-pilihan, kehendak-kehendak
hati,juga gerakan-gerakan tubuh.
Mari kita telaah dengan serius,
kita akan memahami bahwa setiap hal yang terjadi didalam dunia manusia
tidak ada satupun yang kebetulan.Orang-orang sering menyebut perwujudan
dari sebuah hal yang sering dijumpai ataupun yang tidak pernah dijumpai
sebagai sebuah “kebetulan”, banyak kebetulan bukanlah kebetulan
melainkan adalah sebuah takdir. Kebetulan hanyalah tampak luarnya,
takdir adalah hakikatnya.
Misalkan ketika seseorang sedang
sakit atau mengalami kecelakaanlalu lintas, kebanyakan orang bilang
bahwa hal ini adalah suatu kebetulan, akan tetapi didalam kehidupan
seseorang, munculnya proses lahir, tua, sakit, mati adalah sebuah
takdir.Hanya saja manusia tidak bisa meramalkan kapan terjadi.Ketika
seseorang sangat beruntung didalam suatu undian atau lotre, kemudian
mendapatkan hadiah besar, semua orang akan bilang itu adalah sebuah
kebetulan.Akan tetapi didalam undian atau lotre pasti akan ada orang
yang mendapatkan hadiah, hanya saja manusia tidak bisa meramalkan siapa
yang akan mendapatkan hadiah.
Ketika seseorang keluar rumah,
diluar dugaan berjumpa dengan temannya atau kenalannya, orang-orang juga
bisa berkata bahwa hal itu adalah kebetulan. Namun ketika ada orang
yang ingin menikah sehari sebelum pernikahannya ia berkata bahwa setelah
ia menikah akan mendapatkan dua buahgelar, gelar yang pertama ia akan
mejadi seorang dokter dan gelar yang kedua adalah almarhum, entah
mengapa ia mengatakan seperti itu, setelah ia berkata seperti itu
beberapa jam kemudian ia mengalami kecelakaan, barulah orang-orang
mengakatan bahwa itu adalah takdir, akan tetapi itu semua telah di atur
didalam skenario Tuhan, bahwa itu semua adalah takdir.
Di
dunia ini orang yang benar-benar pintar mungkin juga seorang motivator,
mereka tahu bahwa kebetulan itu tidak eksis, semua peristiwa yang
terjadi didunia ini adalah takdir. Didalam kekaburan, terdapat kehendak
langit. Mulai dari hukum alam yang mengatur lahir,anak-anak, remaja,
dewasa, tua, sakit kemudian mati dari kehidupan seorang manusia, hingga
hukum yang mengatur perkembangan peradaban manusia, tidak ada satupun
yang luput dari genggaman kehendak langit karna semua itu adalah takdir.
Takdir
adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang
meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya,
tempatnya maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi
tentu ada takdirnya, termasuk manusia. Sedangkan kebetulan
hanyalahkosakata buatan manusia untuk membahasakan ketaktahuannya yang
terjadi dengan tidak sengaja.
Kebetulan dan takdir meskipun hanya terpaut dengan pikiran sekilas, namun bisa mencerminkan taraf pemikiran dari seseorang.
Repost Catatan Cihuahua Chigo 11 April 2013
Referensi:
http://mayafauzi.blogspot.com/2012/02/kebetulan-atau-takdir.html
http://mayafauzi.blogspot.com/2012/02/kebetulan-atau-takdir.html
Nov 25, 2013
Tulisan ini untuk dia yang perhatiannya belum tertuju padaku.
Karena dia laki-laki maka sepantasnyalah seorang perempuan mengharapkan beberapa sikap baik darinya sebagai calon imam dan pemimpin keluarga untuk jodohnya kelak. Jodoh yang aku yakini belum tentu perempuan seperti aku.
Sejujurnya, aku tidak ingin dia menjadi Susilo Bambang Yudhoyono yang memimpin Indonesia dengan segala pencitraannya. Simple saja, aku hanya ingin dia yang polos, menjalani hidup apa adanya seperti semut rangrang. Semut rangrang yang pemberani... berani menyerang yang lain yang mengganggu kehidupannya meskipun ukuran tubuhnya 100 kali lebih kecil dari ukuran tubuh pengacau. Semut rangrang yang lincah... berlarian di dahan dan ranting-ranting pohon sepanjang hari, tidak stuck dan mencari solusi untuk masalahnya sendiri. Semut rangrang yang unik... yang berbeda dengan jenis semut lainnya, membantu manusia dalam perkebunan sejak berabad-abad lalu meskipun kehadirannya kadang dianggap sebagai musuh sebagian orang. Semut rangrang yang solid... tidak meninggalkan yang lain ketika sedang berkelompok. Semut rangrang yang cerdas...
membangun sistem komunikasi dengan mengeluarkan aroma
dan sentuhan tertentu, yang itu artinya dalam waktu singkat semua anggota kelompok dapat
mengetahui apabila terjadi sesuatu dan akan
langsung melakukan pembagian tugas apa yang harus di lakukan. Hebat bukan? Makanya dia patut mencontohnya.
O ya.. dari sekian banyak keunggulan semut rangrang, ada satu hal yang tidak saya sarankan untuk dia contoh, sistem kekerabatan semut rangrang. Why? Karena antara spesies semut yang satu dengan spesies semut yang lainnya saling bermusuhan, bahkan bila spesies yang sama bila berbeda koloni bisa saling serang. Dan itu artinya semboyan mereka tidak sama dengan semboyan Negara kita yang memakai semboyan Bineka Tunggal Ika.. berbeda-beda tetap satu jua.
Dia boleh mencontoh yang lain selain semut rangrang, asal yang baik-baik saja.
Oct 25, 2013
Stuck. Orang Bugis bacanya 'setak', orang modern bacanya 'stak'. 5 huruf yang maknanya biasa saja tapi membuat hidup seperti berhenti total. Mama Bapak orang Bugis maka saya memilih membacanya 'setak'.
Setak lagi, setak lagi. Lagi-lagi setak. Dan kemudian setak lagi. Benar-benar tidak bisa menulis apa-apa tanpa #sensor#. Padahal bukan bantuan matanya yang menatap ke layar sini, bukan tangannya yang mengetik, bukan otaknya yang memikirkan materi, bukan juga hatinya yang merasakan sesuatu. Tidak ada inspirasi. TIDAK ADA INSPIRASI! TIDAK ADAAA!!
Oct 23, 2013
Hei kalian,
you are stupid. You fail. You are weird. You are not perfect. But thats okay. I'm like that too.
Thanks for being there for me.
![]() |
| Miftah, Anti, Wilda dan Dila itu... orang-orang pintarnya Laboratorium Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Orangnya baik dan asik. |
Jangan marah karena menjabarkan kalian seperti ini. Kapan-kapan kalian boleh balas dendam padaku, hehehe.
Mereka adalah teman-teman cewek terbaik yang saya miliki selama duduk di bangku kuliah. Ada teman fakultas yang saya temani berjuang sejak masih mahasiswa baru *Meytha Myory dan Hera Bine Sampe, ada teman beda fakultas yang dipertemukan di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) *Evi Nastiana, dan ada juga teman fakultas yang kemudian menjadi teman baik ketika menjalani masa-masa KKN, Magang dan kerja skripsi *selebihnya. Masih ada beberapa yang belum sempat saya publikasikan gambarnya. Gomenasai.
~bersambung~
Subscribe to:
Posts (Atom)











