Sep 25, 2013

Dari Agung Sudomo aku belajar banyak tentang Spesies Alien. Wah dari temanya saja sudah menarik kan? Memang menarik. Bahkan saya merasa lebih tertarik membahas dan mempelajari tema ini dibanding isi skripsiku sendiri, meskipun sama-sama membahas masalah Ekologi. Hehehe. Padahal bukan spesies alien ini yang akan membawaku memakai toga. Tapi sudahlah, ini masalah selera, bukan masalah kewajiban mengerjakan skripsi atau membayar SPP.

Ayo kita bahas.

Alien yang dimaksudkan disini memang sama-sama makhluk asing, tetapi bukan makhluk luar angkasa yang sering juga kita sebut alien. Alien spesies adalah spesies organisme tertentu yang sebelumnya tidak ada di suatu habitat tertentu, kemudian diintroduksi ke wilayah tersebut.
Nasib alien spesies bisa bermacam-macam. Alien spesies bisa saja menggusur spesies lokal yang sebelumnya sudah ada di wilayah tersebut. Atau bisa saja alien spesies gagal beradaptasi dengan lingkunga yang baru. Alien spesies yang berhasil menggusur spesies asli disebut invasif alien spesies atau Invasive Alien Species (IAS).

Masih bingung? Oke, kita dengar penjelasan Dede Sriwahyuni.

Invasive Alien Species atau IAS merupakan spesies asing yang datang dari luar negeri ke Indonesia yang berpotensi menganggu organisme hayati yang ada di Indonesia akibat sifatnya yang invasif. Invasive Alien Species ini bisa berupa ikan, tumbuhan maupun hewan yang selama ini tidak terdapat di Indonesia. Namun, sejauh ini sudah banyak spesies yang tergolong IAS dari negara lain yang telah masuk ke Indonesia, antara lain enceng gondok, keong emas, ikan sabu-sabu ataupun iguana (yang awalnya hanya digunakan sebagai binatang peliharaan). Ternyata spesies-spesies tersebut kemudian justru menjadi hama yang dapat merusak plasma nutfah yang ada di Indonesia. 


Keong emas yang dibawa dari Afrika kini menjadi hama yang merusak tanaman padi. Ikan sabu-sabu justru banyak memangsa makanan yang menjadi makanan asli Indonesia, bahkan termasuk ikannya. Begitu juga dengan iguana yang awalnya menjadi binatang hias namun kini menjadi pemangsa sejumlah hewan asli Indonesia. Monyet ekor panjang dan rusa merah di Papua, kedua spesies ini tidak memiliki predator di pulau ini berkembang biak dengan cepat, sehingga monyet memakan telur-telur cenderawasih dan rusa merah menekan populasi kanguru pohon khas Papua. Sedangkan tumbuhan enceng gondok dapat merusak lingkungan dengan cara menyebabkan pendangkalan sungai serta mengurangi suplai oksigen karena menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air.


Tentu saja yang dikhawatirkan dari alien spesies adalah terancamnya keaneka ragaman hayati. Lalu bagaimana alien spesies bisa masuk kedalam suatu ekosistem tertentu?. Masuknya spesies baru bisa secara sengaja atau tidak sengaja. Spesies bakteri bisa saja menempel pada pakaian atau barang lainnya saat kita berkunjung ke luar negeri. Atau karena kita mengikuti tren memelihara hewan eksotik tertentu dan setelah berkembang biak maka kita melepaskannya ke lingkungan maka hewan eksotik yang kita lepas tersebut akan menjadi alien spesies.

Keadaan dunia saat ini yang seolah tanpa batas semakin memudahkan penyebaran alien spesies. Barier alam seperti samudra dan pegunungan seakan tidak memberikan batas antara satu daerah dengan daerah yang lainnya. Perdagangan antar negara yang semakin intensif juga memberikan andil yang besar dalam penyebaran invasif spesies.


Saat ini invasif alien spesies sudah menyebar di beberapa bagian dunia. Benua afrika merupakan benua dengan alien spesies terbanyak. Di Indonesia sendiri, beberapa invasif alien spesies juga ditemui seperti akasia di Taman Nasional Baluran, dan monyet ekor panjang di Papua [sumber]. Global Invasive Species Database bahkan sudah mengeluarkan 100 invasif alien spesies yang paling parah di muka bumi.


Alien spesies sudah menjadi ancaman baru bagi keanekaragaman hayati yang akan berimbas, baik pada ekonomi atau pada kesehatan. Masalah Invasif alien spesies merupakan maslah internasional, penanganannya harus dilakukan secara terpadu. Uni Eropa juga sudah ambil bagian dalam penanganan alien spesies ini, begitu juga denganCBD. Di indonesia sendiri salah satu langkah yang di ambil dalam penanganan invasif alien spesies adalah dengan menguatkan karantina.


Tetapi sehebat apapun rancangan yang dibuat untuk menangani masalah ini tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada komitmen dari unsur terkecil masyarakat yaitu kita sendiri. Melalui tulisan yang sederhana ini saya mengajak kita semua untuk mulai peduli dengan hal-hal kecil yang dapat memberikan dampak yang cukup besar seperti masalah invasif alien spesies ini. 

Menarik bukan?
Harapan saya dan pastinya harapan Agung Sudomo serta Dede Sriwahyuni juga, setelah membaca ini mari kita ikut mengambil andil dalam upaya penyelamatan bumi Indonesia.
Minimal kenali dan sayangi lingkungan!

Sumber:
http://asudomo.wordpress.com/2011/05/04/alien-spesies/
http://ias.karantina.deptan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=73:dukungan-petugas-karantina-hewan-dalam-menangkal-penyebaran-invasive-alien-species-ias-di-indonesia&catid=86:animal

Sep 24, 2013

Aku sudah sampai dua tiga.  Dua tiga itu sudah berlalu sejak dua bulan yang lalu. Apa yang istimewa saat itu? tidak ada, kecuali keluarga yang sangat memperhatikanku, ada juga teman-teman yang memperhatikan lebih dan ada juga yang kurang. (Mereka ini tidak terhitung dalam daftar istimewaku karena mereka lebih dari sekedar istimewa).

Yang istimewa itu dia. Dia “lawan jenisku”.

Flashback dari 2 bulan yang lalu ketika dua tiga kulewati sendiri dari sisa-sisa pengkhianatan yang ‘dia’ lakukan padaku. Pengkhianatan yang saking tidak ikhlas untuk kulepaskan seperti menutup mataku dari segala kesalahan yang selalu ingin kubenarkan. Pengkhianatan yang saking sakitnya membuat obat apapun tak mempan dibadan. Pengkhianatan yang diluar dugaan membuatku seperti sedang bermimpi tapi tak bangun-bangun. Pengkhianatan yang membuatku benci pada kaum ‘dia’. Pengkhianatan yang membuatku marah besar pada waktu yang jalannya lambat seperti tak merasa kasihan padaku. Waktu yang sempat mengalir tanpa makna.

Namun, ternyata waktu selalu memberi arti. Meski tak istimewa tapi selalu ada yang berbeda. Perasaan yang telah berubah.

‘Dia’ memberikan hikmah yang istimewa dalam hidupku. Ketika waktu yang sempat mengalir tanpa makna mengajakku bermakna mendekat pada-Nya dan semakin berserah pada-Nya. Semua sudah terlalui, ujian dan semua cobaan-Nya.

‘Dia’ kembali istimewa, tapi dengan nama, postur, sikap, suara dan cara yang berbeda.
Dulu jaman mahasiswa baru sering berpikir begini, “Kakak yang lewat itu pasti kurang `gimana` otaknya masa’ kuliah sampai lama begitu. Bikin apa dia setiap hari ke kampus kok skripsinya tidak selesai-selesai? Pasti cuma pacaran kalo ke kampus. Ato jangan-jangan usahanya banyak (fokus cari uang) makanya belum selesai? Huu dasarrr sudah jadi kakek-neneknya kampus masih saja lenggak-lenggok ketawa sana sini padahal skripsinya belum selesai, tidak malu apa sama dosen, teman-teman dan junior-juniornya. IHHHH!“.

Pokoknya ada berbagai jenis cacian yg keluar dari dalam hati untuk menghujat senior yang tidak selesai studinya alias tidak sarjana tepat pada waktunya. Nah sekarang seolah jadi hukum karma yang mantul ke kehidupanku. Tibalah giliranku berada di posisi senior yang tidak jelas itu. Percaya tidak percaya sampai detik ini kalo tidak salah hitung sudah di semester 13. Mana ada semester 13??  Ato nyebutnya semester banyak aja yah biar tidak ketahuan nominalnya.

Kalo kamu jadi juniorku mungkin pikiranmu akan seperti aku juga pada saat itu. Ya kan? (Emang iya, masalah buat lo). Ternyata rasanya jadi senior yang lama selesainya itu tidak enak banget. Seandainya bisa dimuntahin.. pengeeen banget dimuntahin. Skripsi itu ibarat bayangan yang selalu mengikuti tapi sulit digapai. Seperti itu menggambarkannya. Oiya kayak hantu juga. KEJAM, MENGERIKAN dan sering membayang-bayangi. Tidak kenal waktu, tempat dan suasana hati. Kadang pas lagi bahagia-bahagianya dan e’ tiba-tiba kepikiran skripsi rasanya kayak makan donat campur cabe, bahagianya seketika buyar berganti rasa eneg, muak dan ingin gila. Kadang juga nih pas lagi ngumpul ketawa-ketiwi sama teman and then skripsi melintas lagi di pikiran uhh rasanya ingin angkat kontainer trus dibanting sekuat-kuatnya. Dan yang paling bikin galau tingkat dewa kalo lagi sedih-sedihnya mikirin masalah hidup, mikirin isi saku, mikirin perasaan sama lawan jenis trus tiba-tiba ingat skripsi ya amplooop rasanya SUPER DUPER GILA. Bisa sampai tidak keluar kamar seharian.

Tapi ternyata ada sejuta alasan dibalik nasib Sang Senior yang lama selesainya. Faktor internal dan external biasanya campur aduk yang kemudian dibiarkan terjadi secara berlarut-larut hingga jadilah Sang Senior lama selesainya. Kesalahan terbesar yang bisa aku koreksi sebagai seseorang yang mengalaminya adalah Sang Senior membiarkan kejadian ini terjadi pada dirinya dan mengacuhkan yang namanya mencari solusi. Membiarkan dirinya terpuruk di zona nyaman yang mematikan ide dan malah menghidupkan kemalasan. Menghindari bertemu dosen pembimbing, seketika anti kampus, membenci teman yang selalu mengingatkan kerja skripsi, hobby jalan-jalan dan hura-hura (hura-huranya positif). Seperti itu.

Akan tetapi satu hal yang membuatku bangga menjadi diriku adalah ketika predikat “tidak sarjana-sarjana” yang secara tidak langsung disematkan kepadaku oleh orang-orang disekelilingku tidak membuatku semakin terpuruk. Keep smile kata Caisar. Aku berusaha menunjukkan bahwa walaupun belum dipercaya oleh Yang Maha Kuasa untuk menyelesaikan study tepat pada waktunya bukan berarti akan terus-menerus menjadi beban keluarga. Terutama masalah biaya pendidikan; SPP gitu deh. Aku berusaha membuktikan bahwa aku mampu bayar SPP sendiri. Bukan bermaksud jahat atau balas dendam kepada keluarga,BUKAN! Tapi hanya sekedar meringankan dan menghibur perasaan bahwa aku tidak ingin hanya jadi benalu untuk keluarga. Cuma itu. Keluarga juga masih fine-fine saja soal pembayaran SPP hanya saja memang akunya yang sedikit ngotot bayar SPP bagaimanapun caranya. Nah, alhamdulillah dikasi jalan sama Yang DiAtas. Dikasi ide kreatif bikin lampu hias. Untungnya lumayan. Jadilah aku siang malam berjuang jadi pedagang dadakan hingga akhirnya SPP pun lunas. Tidak apa, yang jelasnya halal.

Tere Liye bilang gini:

Ketika masa depan belum disingkap, ketika kabar baik atau buruk belum tiba, maka bergegaslah melengkapi diri dengan pakaian terbaik menghadapinya: rasa sabar dan selalu bersyukur.

Kalimat ini sangat menyadarkan. Intinya sih harus bersabar menghadapi skripsi dan yang tidak kalah penting mempersiapkan diri. Mulai semangat lagi nih.

Oiya ternyata dalam perjuangan tidak ada yang lebih kuat selain semangat dan doa tentunya. Aku yang ogah-ogahan kerja skripsi gara-gara pernah dipersulit sm pembimbing jadi semangat lagi. Faktanya juga, skripsiku tidak bakalan selesai kalo aku masih setia menunggu masalah-masalah hidupku kelar semua. Sekarang kerja skripsi ah… Besok ngampus ah.
Seorang teman, sebut saja Mawar (hahaha), namanya Irfan, saat bulan Ramadhan kemarin mengirimkan kalimat-kalimat ini untukku. Kalimatnya subhanallah indah dan selalu membuatku rindu pada-Nya.

Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba kamu terpikirkan untuk berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?

Itu adalah Allah, yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu. (QS 4:114, 2:195, 28:77)

Pernahkah saat kau sedang sedih,kecewa tapi tidak ada orang disekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?

itulah saatnya dimana Allah sedang rindu padamu dan ingin agar kamu berbicara pada-Nya. (QS 12:86)

Pernahkah kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba orang tersebut muncul atau kamu bertemu dengannya atau menerima telpon darinya?

itu adalah kuasa Allah yang sedang menghiburmu. Tidak ada yang namanya kebetulan. (QS 3:190-191)

Pernahkah kamu mengharapkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk didapatkan?

itu adalah Allah yang mengetahui dan mendengar suara batinmu. Dan hasil dari benih kebaikan yang Anda taburkan sebelumnya. (QS 65:2-3)

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong, bahkan menakutkan?

itu adalah saat dimana Allah mengijinkan kamu diuji, supaya kamu menyadari keberadaan-Nya. Dan Allah ingin mendengar rintihan dan doamu. Karena Dia tahu kamu sudah mulai melupakan-Nya dalam kesenangan. (QS 47:31, 32:21)

Sering Allah mendemonstrasikan kasih dan kuasa-Nya di dalam area hatimu, dimana saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apa kamu pikir tulisan ini hanya iseng terukir padamu? Tidak! Sekali lagi tidak ada yang kebetulan.

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu. Rasakan kehadiran-Nya. Dengarkan suara-Nya yang berkata: Jangan khawatir, AKU ada disini bersamamu.

Arigatou gozaimasu teman “>_<”
Skripsi. Bagi sebagian mahasiswa skripsi sama pentingnya dengan pacar yang harus selalu diperhatikan. Apa itu skripsi? Menurut Forum Kompas Edisi 23 November 2012, skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. Tujuan dari skripsi itu sendiri sebenarnya apa sih? Wikipedia menjelaskannya seperti ini.. Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), postgraduate (S2), Ph.D. dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergraduate(S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk jenjang S3. Nah udah pada ngerti kan.

Urutannya seperti ini:
  1. Pengajuan judul skripsi
  2. Pengajuan proposal skripsi
  3. Seminar proposal skripsi
  4. Penelitian
    Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut dihadapan Dosen Pembimbing dan Penguji (sidang tugas akhir).
    Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji. And then Ujian Meja.

Biasanya nih dalam proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan kampus yang lainnya. Jangankan antarkampus,antar fakultas/jurusan dalam satu kampus saja kadang-kadang berbeda. Contohnya tidak jauh.. penyusunan skripsi di fakultasku (red. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin) sedikit berbeda dengan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Fakultasku mengacu pada yang dijelaskan diatas sedangkan menurut keterangan dari beberapa teman yang merupakan mahasiswa/i Teknik  poin kedua dari pemaparan diatas tidak ada pada urutan penyusunan skripsi mereka. Yep,tidak ada Seminar Proposal. Enak yah. Tapi bukan berarti kualitas Fakultas Kehutanan lebih bagus daripada Fakultas Teknik. Hal tersebut sama sekali tidak bisa dijadikan jaminan kualitas. Harus sepakat yah!

Nah sekarang apa yang terpikirkan oleh Anda tentang skripsi? Gampang? Susah? Atau gampang-gampang susah? Atau mungkin ada yang berpikiran menyusun skripsi itu asik, menyenangkan, karena bisa menuangkan ide ke dalam kertas dan kemudian mengaplikasikan ke lapangan trus kembali ke kertas mencurahkan apa yang terjadi selama di lapangan. Jawaban yang paling bijaksananya sih tergantung dari Si Mpunya Skripsi,hiohoho.

Bimbingan Penulisan Ilmiah mengatakan bahwa 85% mahasiswa menghadapi masalah berikut dalam penyusunan skripsi.
  1. Kesulitan memulai Penelitian Skripsi
  2. Kesulitan menemukan contoh skripsi untuk di contek (uppss).
  3. Kesulitan menemukan masalah untuk diteliti..
  4. Kesulitan untuk menetapkan topik dan judul penelitian.
  5. Kesulitan membuat proposal skripsi.
  6. Kesulitan memahami detail metode penelitian, teknik sampling, dkk.
  7. Kesulitan menetapkan narasumber.
  8. Kesulitan memahami statistik penelitian, termasuk bagaimana membaca tabel, bagaimana ini dan bagaimana itu.
  9. Kesulitan mengoperasikan Ms. Word, Ms. Excel dan satu lagi… SPSS.
  10. Ketakutan menghadapi pembimbing yang serba salah..
  11. Ketakutan menghadapi sidang/seminar
  12. Ragu apakah penelitian yang dilakukan sudah benar atau belum.
  13. Dikejar deadline waktu sidang padahal sama sekali belum melakukan apa-apa
  14. Kesulitan menemukan contoh skripsi terbaik beserta penjelasan proses pembuatannya.
  15. Yang paling dan paling dan paliiiing banyak dialami mahasiswa adalah prokrastinasi (kebiasaan menunda-nunda) dan kesulitan mengalahkan rasa malas.
Poin terakhir pada beberapa waktu yang lalu melanda saya. Bayangkan (coba dibayangkan dulu).. Observasi untuk mencari objek penelitian saya laksanakan terhitung sejak Juni 2012. Trus menyusun proposal sejak bulan Juli dan kemudian Seminar Proposal pada bulan Oktober 2012. Penelitian terhitung sejak Oktober 2012 sampai awal Maret 2013. Lama kaaan penelitiannya. Yaiyalaaaah, orang penelitian di dalam hutan. Ketemu monyet dan berhadapan langsung dengan objek penelitian di lapangan. Medannya juga cuy “triple WOW”, mendaki gunung lewati lembah kata Ninja Hatori. Seandainya cuman pake kuesioner mah 1 ato 2 minggu udah selesai. Mestinya saya mulai menyusun sejak awal Maret 2013. Awalnya iya semangat, lama kelamaan ketemu sama Mr. Kendala dalam penulisan yang dibumbui dengan rasa jenuh, malas dan bosan. Akhirnya ketemu zona nyaman dimana saya merasa lebih senang tinggal dirumah, nonton TV, online, baca komik, jalan-jalan ke mall, join sama teman mendaki gunung dan seabreggkk kegiatan lain. Meski tidak dipungkiri dalam tiap-tiap kegiatan tersebut bayangan skripsi selalu datang menghantui bak setan-setan ngesot dalam film horror. Sempat juga sih mengkambinghitamkan laptop. Kebetulan saya tidak punya laptop, dulu ada punya adek tapi rusak ditanganku. Sebenarnya tidak sepenuhnya juga salahku dan tidak sepenuhnya salahnya Mbak Laptop. Jujur karena tidak punya laptop terkadang saat mood untuk menyusun lagi bagus-bagusnya tapi kemudian tidak ada laptop huh bukan main mengecewakannya. Tapi saat mood lagi anjlok-anjloknya trus kebetulan ada laptop nganggur di depan mata bukan main juga rasanya, kayak ditampar 8 kali bolak balik,HEIII KERJA SKRIPSIMU!! Seperti itu di dalam hati.

Ini ada kata mutiara untuk menggambarkan betapa malasnya skripsian pada saat itu (bukan pada saat ini):

i’m so bored

of being bored

because being bored

is sooo boring!

Today, 10 Juni 2013 mari kita ucapkan selamat jalan kepada rasa malas mengerjakan skripsi. Mari kita mengubur rasa itu dalam-dalam biar sesegera mungkin memakai toga membahagiakan diri, dosen dan keluarga tentunya. Yaaaaaah!!

Dia yang dulu adalah dia yang tidak pede sama dirinya sendiri. Yang selalu mencoba menjadi orang lain. Yang memandang orang lain selalu lebih hebat dan beruntung dibanding dirinya. Padahal setiap orang diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Petikan kalimat dari Komik Holiday yang saya beli di Graha Media beberapa bulan yang lalu.Kalimat ini sangat menggambarkan diri saya yang sebenarnya pada saat itu. Kenapa memakai kata “pada saat itu”? karena krisis kepercayaan diri itu saya alami hanya pada saat itu saja. Sekarang mah udah kepedean,wkwkwk JK :D

Krisis kepercayaan diri memiliki banyak faktor penyebab. Salah satunya yang akan saya bahas kali ini adalah krisis kepercayaan diri pasca diselingkuhi. Percaya nggak percaya saya pernah mengalami 3 kali berturut-turut diselingkuhi. Dengan kisah yang berbeda-beda semuanya sama saja meninggalkan luka dan trauma dengan tingkatan yang berbeda-beda (haa pusing kaan..). Yang pertama satusnya HTSan alias Hubungan Tanpa Status tapi kemudian berakhir saat ketahuan kalo Si Doi punya pacar beneran. Meskipun cuma HTSan tapi jatuhnya tetap selingkuh namanya (maksa). Yang kedua statusnya pacaran,bahagia dan kisah kami berjalan mulus kayak aspal seumuran jagung karena tidak ada problem yang rumit-rumit amat. Menjelang 8 bulan Si Doi ketahuan selingkuh. Horee!! Dan yang ketiga statusnya pacaran beda agama. Hubungan asmara paling lama yang pernah saya jalani +-2 tahun. Kebayang kan rumitnya pacaran beda agama..mesti backstreet didepan keluarga. Tapi karena merasa sayang dan cinta perbedaan itu bukanlah penghalang. Atas nama cinta kami memutuskan ingin berjuang memperjuangkan cinta kami. 3 hari menjelang 2nd Anniversary kalian tahu apa yang terjadi? Taraaaaaa Si Doi memutuskan hubungan dengan saya,dengan jujur mengatakan ingin menjalani hubungan dengan Si Dia selingkuhannya. 2 minggu sebelum kejadian ini saya sudah mengetahui perselingkuhannya,mendapati dia dijalan membonceng Si Dia dengan pelukan 1/4 lingkaran dari Si Dia. Tapi karena saya murah hati, pemaaf dan masih mencintainya semuanya saya maafkan. Dan ternyata kemurahan hatiku tidak bersambut baik, ditengah masa-masa reparasi hubungan yah itu tadi saya ditinggalkan. WOW! 2 hari 7 malam saya mencoba introspeksi diri. Perasaan selama ini saya tidak terlalu banyak menuntut. Ato cuma perasaan saya yah? Ato memang mereka yang kurang memiliki rasa syukur :(

Next.. saya shock,trauma dan kemudian merasa tidak PD. Pernah terpikir kenapa saya tidak diciptakan jadi orang lain yang bukan diri saya. Jadi orang lain sepertinya lebih enak. Kehidupan mereka sepertinya adem-adem saja. Dari Vemale saya kemudian mendapatkan penguatan diri. Lets check it out.

Perselingkuhan adalah hal yang menyakitkan dalam sebuah hubungan. Cinta dan perhatian yang diberikan dibalas dengan sebuah perselingkuhan, jelas sangat menyakitkan. Ditambah lagi, perselingkuhan ini menyebabkan hubungan kandas. Tidak ada alasan pembenaran untuk sebuah perselingkuhan. Walaupun seringkali, perselingkuhan terjadi karena banyak sebab, tetapi selingkuh bukanlah jalan keluar dari sebuah masalah atau kebosanan dalam hubungan. Perselingkuhan adalah pengkhianatan kepercayaan, dan itu jelas melukai hati. Menyalahkan sang pria, menyalahkan wanita yang menjadi selingkuhannya, sampai menyalahkan diri sendiri adalah hal yang sering dilakukan wanita yang menjadi korban perselingkuhan. Hati terluka, air mata tidak bisa dibendung, ada rasa sakit teramat dalam yang membuat dada sesak. Semua itu adalah hal yang sangat wajar jika diselingkuhi, bahkan rasa sakitnya bisa lebih. Silahkan menangis sepuasnya, tapi jangan terlalu lama. Karena sesungguhnya…kita harus berbahagia. Mengapa harus bahagia setelah diselingkuhi? Karena Anda telah mendapati kenyataan bahwa dia tidak bisa menjaga kepercayaan yang Anda berikan. Jika selama ini Anda menjunjung tinggi sebuah arti kesetiaan, berarti dia bukan pria yang tepat untuk hidup Anda. Dia bukan pria yang pantas mendampingi Anda dan menjadi panutan bagi anak-anak Anda kelak. Bukankah seorang wanita yang setia lebih pantas mendapatkan pria setia dibandingkan hidup bersama pria yang suka berpindah hati?

Jadi berbahagialah.

Boleh saja menangis karena perselingkuhan yang dia lakukan. Tapi jangan terus menangisi hal ini. Anda berhak mendapatkan yang lebih baik.

Dari kalimat-kalimat diatas saya belajar mengambil hikmah dibalik kejadian tersebut. Tuhan menunjukkan jalan-Nya dengan cara yang unik. Siapa tahu dengan 3 kali berturut-turut diselingkuhi akan membuat saya menjadi lebih baik. Atau siapa tahu dengan cara ini saya akan mendapatkan Lamborghini (heee gak nyambung Jek!). Ayoo tepuk tangaaaaan.

~ Jaga Kesetiaanmu~

Dari mana aja gue,hahaha. Pack for college, go to the dentist, visit the bank, and bla bla bla. Itu jawabannya. Sibuk kan? Tidak masuk akal kan? Makanya.

Tertarik ngeblog lagi nih setelah lama vacum dari blogspot dan berselingkuh dengan Wordpress. Setelah ditimbang-timbang ternyata dua-duanya sama-sama asik dan menarik dijadikan wadah untuk ide-ide kreatif dan isi hati yang tertampung di dalam kepala. Dengan wawasan yang sederhana, dengan kalimat yang sederhana pula, saya ingin rutin menulis lagi disini. Entah bisa menginspirasi atau tidak itu urusan belakang, intinya berproses dulu dan mau belajar. Yes, i'm back.

Sebuah pengakuan, ini salah saya, kenapa dulu sebelum menghilang tidak bilang gini sama kalian;
 "if i'm not back in one hour just wait longer" hahaha just kidding.
Sorry i was gone for so long. I missed a lot :p
 
Bismillaahi rahmani rahiim.
 

Copyright 2010 Chigosan.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.